Iklan
Iklan

Banjir Bandang Di Humbahas Diduga Akibat Ilegal Loging

- Advertisement -
Humbang Hasundutan-Banjir Bandang di Simangulampe, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), diduga akibat perambahan hutan, atau ilegal loging di Desa Sitolubahal. Hal itu dikatakan Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor, saat ditemui wartawan di lokasi longsor, Selasa (05/12/2023)

Menurut Bupati Humbahas, akar permasalahan pemicu banjir bandang, diakibatkan adanya aktifitas perambahan hutan ilegal di Desa Sitolubahal, dan mereka mengatakan pelaku tidak sendirian, ia menduga pelaku didekingi oleh oknum aparat berinisial DS

”Selamat pagi teman-teman sekalian, menurut informasi masyarakat dari daerah
penebangan liar di Desa Sitolubahal, bahwa
pelaku diduga dibekingi oleh oknum aparat berinisial DS, dan informasi dari Kepala Desa ini penyebab banjir bandang, sementara bahwa nama operator dilapangan dengan panggilan AT, S dan MS, dan oknum DS ini sudah lama bermain ilegal logging di daerah Humbahas,” ungkap Bupati

Bupati Dosmar Banjarnahor juga menegaskan kepada wartawan, bahwa aktivitas ilegal logging ini mempunyai jaringan yang kuat, banjir bandang pernah terjadi pada tahun 1972 silam. Namun, pada saat itu belum seperti sekarang ini ada bebatuan yang besar. Dulu mungkin hanya debit air yang besar, untuk sekarang ini batu yang besar menerjang pemukiman

“Terkait ditemukannya aktivitas ilegal logging di kabupaten humbahas berawal dari video pemerhati lingkungan menggunakan drone dihulu, kemudian ditinjau melihat dihulu ada penebangan pohon. Hal ini telah kami sampaikan kepada aparat berwenang untuk dilakukan penindakan. Disana memang ada penebangan pohon ilegal logging yang tidak mempunyai izin,” tegas Dosmar.

Terduga pelaku mulai beroperasi diperkirakan mulai bulan Agustus. Penebangan pohon illegal diwilayah tersebut ada dua jenis yakni pohon pinus dan pohon ekaliptus di area hutan lindung.
Untuk diketahui, banjir bandang yang menerjang Bakkara Kecamatan Bakti Raja, pada hari Jumat (1/12) lalu meninggalkan bekas yang sangat mendalam bagi warga. Pasalnya, warga tidak saja kehilangan tempat tinggal, bahkan mereka juga harus merelakan anggota keluarga mereka yang menjadi korban pada peristiwa tersebut.

“Sebanyak 12 orang dinyatakan hilang, dua di antaranya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Selain itu, 200 warga kini mengungsi akibat bencana alam tersebut. Apakah pelaku ilegal loging ini bertanggung jawab untuk banjir bandang ini,” tutup Dosmar

Trending

- Advertisement -
Iklan

Lowongan Kerja

- Advertisement -
Logo

Game

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini