Tega Siswi Setara SMP Diadukan Ke Polisi Karena Kasur Pesantren Bilah Barat Labuhanbatu Terbakar

848
siswi
ilustrasi sisiwi SMP atau umur 12 tahun
Labuhanbatu-Seorang Siswi tingkat 1 setara SMP NH (12) diadukan Psantren tempat sebelumnya korban menimba ilmu, pasalnya siswa ini diduga sempat di intervensi guru dan oknum pengacara untuk mengaku berbuat ketika kasur psantren itu terbakar, bukan itu saja siswi ini juga di rekam vidio untuk mengaku tanpa pendampingan orang tua, serta vidio itu menjadi bukti di Sat Reskrim Polres Labuhanbatu, demikian diungkapkan Orang tua siswi ini, Senin (21/11/2022) kepada Awak media ini

Orang tua Siswi NH (12) bernama Sahbudin Hasibuan (48) merasa keberatan, pasalnya Dia membayar anaknya tinggal dan di didik di spantren yang berdomisili di Bilah Barat Labuhanbatu itu, bukan dengan jumlah uang yang sedikit. Namun saat ada kejadian kasur terbakar kok anak yang disalahkan? jelas pertanyaan itu yang di lontarkan ayah korban

“Anakku ini siswi di psantren yang di Aek Paing Kecamatan Bilah Barat itu, namun dengan tega mereka memojokkan dan kami duga mengintervensi setelah menuduh anakku yang melakukan, waktu kasur di asrama putri terbakar, dan sewaktu anakku di periksa mereka di kantor psantren, kami orang tua tidak ada di panggil. Malah mereka mengatakan kepada anak saya ‘ngaku az kau, biar selesai. Jadi ga kekantor Polisi Kau’ ungkap salah satu oknum di psantren itu. Lalu ketika anak saya menangis minta kami di panggil mereka membentaknya,” ungkap Ayah si NH (12) seperti yang diceritakan anaknya apa yang dialaminya

Menurut cerita anak Sahbudin tidak sampai disitu, setelah anaknya di paksa ngaku, ketika mengucapkan pengakuan yang dipaksa itu, Siswi berinisial NH (12) ini juga di rekam Vidio, dan setelah orang tuanya dipanggil. Rekaman itu di tunjukkan oknum pengacara tersebut kepada sahbudin srmbari meminta tanggung jawab

” Mohon lah saya tidak paham hukum, mungkin karna yayasan itu dan mereka mempunyai lowyer sebagai oknum pengacara, jadi tolong lah bagi yang paham hukum bantu lah kami. Jangan lah kiranya anak saya menjadi korban,” ungkap Sahbudin dengan nada sedih

Disamping itu Kepala yayasan psantren tersebut sidah dua kali dikonfirmasi lewat pesan whatshapp, semenjak peristiwa tersebut terjadi namun tidak pernah di tanggapi.

Berbeda Ketua LPA Labuhanbatu Azhar Harahap, ST, saat ditemui awak media ini, mengatakan dengan tegas dan Lugas LPA Labuhanbatu Siap mendampingi anak tersebut, karena Anak merepakan aset besar negara ini. Dan LPA akan menginvestigasi apakah SOP dalam pendidikan sudah memadai di psantren tersebut.

Sedangkan Oknum Pengacara saat dikonfirmasi membantah jika dirinya yang melakukan perekaman vidio itu, dirinya mengatakan karena dirinya merupakan orang hukum dan mengerti humum tidak akan melakukan hal seperti itu.

Artikulli paraprakBobby Nasution Apresiasi Kerukunan Jemaat Gereja HKI & Warga Sekitar Yang Mayoritas Muslim
Artikulli tjetërEnam Rumah Dua Sepeda Motor Hangus Gegara Si Jago Merah Di Rantau Prapat