Sat Reskrim Polres Tetapkan Enam Tersangka Kasus Di DPRD Labuhanbatu

211
sat
Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti, Sik.,MH, melalui Ka Sat Reskrim AKP Rusdi Marzuki, Sik.,MH, Selasa (22/11/2022) saat memaparkan di Mapolres Labuhanbatu
Labuhanbatu-Sat Reskrim Polres Labuhanbatu akhirnya menetapkan enam tersangka dalam kasus dugaan korupsi biaya perjalanan dinas fiktif di DPRD Labuhanbatu. setelah sebelumnya menahan Empat beberapa hari lalu, dan ke Enam tersangka dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp 5.019.832.500,00 tersebut telah resmi ditahan di Rutan Mapolres Labuhanbatu

Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti, Sik.,MH, melalui Ka Sat Reskrim AKP Rusdi Marzuki, Sik.,MH, Selasa (22/11/2022) mengatakan, lima dari enam orang tersangka adalah pejabat dan staf di Sekretariat DPRD Labuhanbatu. Salah seorang merupakan pihak swasta, namun telah meninggal dunia.

“Ini merupakan kasus lama, kita usut sejak tahun 2018. Tindak pidana korupsi atau turut serta melakukan tindak pidana korupsi pengelolaan biaya perjalanan dinas anggota DPRD Labuhanbatu dan PNS pada Sekretariat DPRD Labuhanbatu yang bersumber dari APBD 2013,” terang Ka Sat Reskrim Polres Labuhanbatu, dalam Perss rilis di Halaman Mapolres Labuhanbatu

Selain itu Ka Sat Reskrim juga menerangkan saat ini para tersangka telah ditahan. Satu tersangka ditahan pada 2021 silam, dan empat tersangka lainnya ditahan pada Senin, (14/11/2022) lalu.

“Para tersangka masing-masing berinisial FPA, selaku Bendahara Pengeluaran Sekretariat DPRD Labuhanbatu TA 2013. Dia diamankan pada tahun 2021. Selanjutnya, Iman (wiraswasta), selaku penyedia tiket pesawat palsu (telah meninggal dunia pada Kamis, 30 Juni 2022),” ujar Ka Sat Reskrim menjelaskan

Kemudian menurut Ka Sat, kemudian empat tersangka yang diamankan pada Senin, 14 November 2022, lalu adalah AS selaku Kabag Persidangan dan Risalah Sekretariat DPRD Labuhanbatu. Dalam kasus ini ia bertindak sebagai PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan), dan ZS selaku Kabag Keuangan Sekretariat DPRD Labuhanbatu yang dalam kasus ini selaku PPK (Pejabat Penata usahaan Keuangan), serta dua tersangka terakhir adalah FS, Sekretaris DPRD Labuhanbatu periode 1 Januari 2013-01 Juli 2013 selaku Pengguna Anggaran (PA).

“Kemudian BR, selaku Sekretaris DPRD Labuhanbatu periode 1 juli 2013 – 31 Desember 2013, juga selaku Pengguna Anggaran (PA). Dari para tersangka ini, hanya dua orang yang masih menjabat, selebihnya telah pensiun,” imbuhnya.

Ka Sat Reskrim juga memaparkan bahwa modus korupsi yang menjerat ke enam tersangka adalah dengan cara membuat pertanggung jawaban perjalanan dinas yang tidak dilaksanakan serta mengganti pertanggung jawaban atas perjalanan dinas yang dilaksanakan dengan menggunakan tiket pesawat dan bill hotel palsu yang mencantumkan harga yang lebih tinggi sehingga biaya perjalanan dinas yang dipertanggung jawabkan lebih besar.

” Untuk kelengkapan pertangung jawaban biaya perjalanan dinas yang tidak dilaksanakan tersebut dan untuk mengganti pertanggung jawaban perjalanan dinas yang dilaksanakan, tersangka memesan tiket pesawat dari Iman,” tambah Ka Sat Reskrim

Para tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) Subsider Pasal 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana.

“Ancaman Pidana 20 Tahun Penjara. Status berkas sudah P-21 atau dinyatakan lengkap dan hari ini rencana di serahkan tersangka dan barang bukti ke JPU ” tegasnya.

Artikulli paraprakPenahanan Ke Empat Mantan Sekwan Di Labuhanbatu Berbuntut Panjang
Artikulli tjetërIrsan Buka Puncak Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-58 Tingkat Kota Padang Sidempuan