Polres Sibolga Tetapkan Enam Orang Tersangka Kasus BBM Ilegal, Berikut Perannya

155
Sibolga
Kapolres Sibolga, AKBP Taryono Raharja Saat Memberikan Keterangan Pers
Sibolga – Polres Sibolga menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus penangkapan kapal KM. Cahaya Budi Makmur, pada Minggu (18 September 2022) lalu, yang diduga mengangkut BBM ilegal.

Hal ini disampaikan langsung Kapolres Sibolga, AKBP Taryono Raharja pada konferensi pers di Mapolres Sibolga, Selasa (20/09/2022) sore.

“Keenam tersangka tersebut yakni PH (61), K alias Y (35), AJM (34), YS, AS dan ST,” sebut Kapolres Sibolga.

Kapolres memaparkan peran dari keenam tersangka, yang pertama PH (61), perannya adalah penghubung dengan ST untuk pengambilan BBM sebanyak 48 ton dari tangkahan PT. ASSA.

Kemudian yang bersangkutan juga berperan sebagai nahkoda dan penanggungjawab pengangkut BBM yang diangkut tanpa dokumen dari PT. ASSA.

“PH juga memerintahkan kwanca dan ABK untuk melakukan pengisian BBM, baik dari tangkahan maupun dari kapal ke kapal yang lain,” terang Kapolres.

Tersangka yang kedua adalah K alias Y (35) jabatan wakil nahkoda kapal. Perannya adalah melakukan perintah dari nahkoda untuk pengambilan BBM di tangkahan Rustam melalui perantara P (masih dalam pengembangan).

“Tersangka K alias Y mencatat setiap pengisian BBM dari tangkahan Rustam maupun dari tangkahan PT. ASSA,” papar Kapolres.

Yang ketiga adalah AJM (34), jabatan kwanca. Perannya adalah menerima perintah nahkoda untuk pengisian BBM baik dari tangkahan maupun dari kapal ke kapal.

Tersangka ke empat adalah YS, tersangka ke lima adalah AS, tersangka keenam adalah ST.

“Perannya sama dengan peran tersangka AJM,” kata Kapolres.

Terhadap 13 ABK yang lain, lanjut Kapolres, perannya tidak mengetahui tentang proses pemindahan BBM tersebut. Tugasnya adalah merapatkan kapal, mengikat, melepas tali kapal dan satu sebagai Koki di kapal tersebut.

“Jadi terhadap keenam tersangka yang kami amankan, pasal yang dipersangkakan adalah pasal 40 ayat 9 undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja, yang berbunyi setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan atau niaga BBM, bahan bakar gas dan atau liquid nitronium, gas yang disubsidi pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi 60 miliar rupiah,” terang Kapolres.

“Dan yang kedua atau pasal 53 huruf (b) dan (d) undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang migas yang berbunyi pada huruf b, setiap orang yang melakukan pengangkutan tanpa ijin dipidana empat tahun penjara dan denda 40 miliar rupiah. Dan huruf d, setiap orang yang melakukan niaga tanpa ijin dipidana tiga tahun penjara dan denda 30 miliar rupiah,” pungkasnya. (Syaiful)

Iklan
Artikulli paraprakKapolres Tapsel AKBP Imam Zamroni Kunker Sekaligus Silaturahmi di Pondok Pesantren Darul Mursyid
Artikulli tjetërSilaturahmi ke Ponpes Darul Mursyid, Kapolres Tapsel Didoakan Menjadi Pemimpin Amanah