Ketua LSM Baris Tanggapi Ijazah Palsu Milik Calon Kades Dilaporkan Ke Polres Labuhanbatu

470
ketua
Didiga yang jadi Ijazah palsu yang digunakan untuk berkas calon Kades Bagan Bilah
Labuhanbatu-Ketua LSM Berseru Rakyat Indonesia (Baris) D Pardosi, SH, meminta Polres Labuhanbatu melakukan penyelidikan terhadap dugaan Izajah Palsu milik Calon Kepala Desa Terpilih Bagan Bilah, Kecamatan Panai Tengah, yang dikeluhkan dan dilaporkan masyarakat Desa setempat, agar terungkap kebenarannya

Menurut Ketua LSM Baris itu, Selasa (15/11/2022) menjelaskan jika masyarakat Panai Tengah sudah melaporkan SRD (40) ke Polres Labuhanbatu, atas dugaan pemalsuan dokumen negara berupa ijazah, untuk itu pihaknya meminta agar persoalan tersebut bisa cepat terungkap jadi tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat Desa Bagan Bilah

“Kami melihat dan mendengar sesuai laporan masyarakat Desa Bagan Bilah Panai Tengah, yang mengadukan SRD (40) ke Polisi dengan nomor laporan: LP/B/2299/XI/SPKT/POLRES LABUHANBATU/POLDA SUMUT, terkait dugaan Ijazah Strata 1 (S-1) palsu dalam kontestasi Pilkades November 2022 lalu,” ungkap Ketua LSM Baris itu

Disamping itu pelapor bernama Asrul, yang juga warga Desa Bagan Bilah mengatakan jika sebelumnya masyarakat itu meminta SRD (40) agar memberi keterbukaan Ijazahnya dan pihak pelapor merasa miris karna diduga panitia tertutup akan pertanyaan mereka, menanggapi itu Ketua LSM Baris meminta agar tidak ada pembohongan publik

“Sah saja kalau memang itu betul adanya, sekarang yang gak betul itu kenapa dari awal diminta keterbukaan terkait Ijazahnya tidak memberi tanggapan, demikian halnya serupa dengan ketua panitia juga tidak ada keyerbukaan alias tertutup,” ungkap Asrul

Selain itu menurut Asrul jika Bukti dokumen yang dinilai janggal dengan Nomor Pokok Mahasiswa terterah 16120109. Karna hasil penelusuran yang dilakukan didapati kejanggalan pada ijazah milik kades terpilih tersebut. Ia mendapati ijazah 612012020000918 tercantum nama warga Aceh atas nama Tengku Faisal Isda. Nomor Induk Mahasiswa itu diduga milik orang Aceh. Tengku Faisal Isda, sedangkan saat di lakukan penelusuran pada aplikasi Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), nama SDR tidak terlihat.

“Inilah ijazahnya yang SDR punya tu, kenapa bisa begini, kalau sah kenapa bisa nama orang lain yang timbul kita cek di PDDikti,” ungkap Asrul.

Selanjutnya, Asrul menyarankan awak media untuk meminta keterangan Suryadi dimana alamat Kampus Stindo Medan. “Selebihnya saya serahkan menyikapinya tentang apa yang saya laporkan, pasca tudingan,” kata Asrul lagi

Diketahui bersama berdasarkan surat keterangan tertulis pihak Stindo Medan nomor 015/SK-M/STINDO/IX/2022, Suryadi terdaftar dengan NIM; 15120495 dalam program studi Manajemen, Program Pendidikan Strata-1. Pada Nomor Induk yang sama tercantum nama Husna Rialinsani Alumni Universitas PGRI Semarang Prodi Pendidikan Sekolah Dasar. Namun tersadapat nomor ijazah berbeda, nomor seri ijazah Suryadi: 610/STIE-IN/S.I/M/IX/2020, sedangkan Husna Rialinsani memiliki nomor Ijazah: 862062014002976.

Sementara itu pada dokumen lain terlampir stempel pengesahan yang dibubuhi tanda tangan Ka. Prodi Mahasiswa STINDO Medan, Dr. Syafriadi SE, MM menyebutkan, Suryadi terdaftar dengan nomor pokok Mahasiswa 16120109 dengan Program Pendidikan Strata Satu (S-1), Program Studi Manajemen dan lulus pada 20 Januari 2020. Padahal nomor ijazah dan nomor Induk mahasiswa tertera nama T Faisal Isda, Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Medan Prodi Manajemen.

Demikian SDR (40) saat dikonfirmasi wartawan hingga berita ini di suguhkan ke hadapan pbava belum juga memberi jawaban. Demikian juga, dengan Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Bagan Bilah Panai Tengah Sapar, juga enggan memberi tanggapan terkait dugaan yang telah diadukan tersebut

Artikulli paraprakKades Batu Godang Berikan Bantuan Sembako Kepada Dua Warganya Yang Tertimpa Musibah
Artikulli tjetërWarga Bargot Topong Yang Hanyut, Akhirnya Ditemukan di Bendungan Desa Siloting Sidempuan