Akhirnya 2 Dari 6 Pelajar Penganiaya Wanita Paruh Baya Ditetapkan Sebagai Tersangka

219
Dari
Kapolres Tapsel memeluk wanita paruh baya korban penganiayaan pelajar.
Tapanuli Selatan – Akhirnya 2 dari 6 pelajar terlapor tindak pidana penganiayaan terhadap wanita paruh baya di Tapsel ditetapkan sebagai tersangka, yakni IH dan VH. Penetapan status kedua remaja pelajar tersebut, juga sudah lewati pendampingan dari Balai Permasyarakatan (Bapas), sehingga membuat hati para netizen terpuaskan.

“ Kami menaikkan status (IH dan VH) dari terlapor menjadi tersangka. Saat ini kami tengah melengkapi berkas untuk proses pelimpahan ke Pengadilan ,” kata Kapolres Tapsel, AKBP Imam Zamroni, SIK, MH, Rabu (23/11/2022).

Ditambahkan Kapolres lagi, selama proses pelengkapan berkas perkara dan sesuai dengan amanat undang-undang, pihaknya juga telah melakukan upaya diversi (mediasi). Dan juga memfasilitasi musyawarah antara keluarga terlapor dan korban selama dua hari.

“ Dan belum ada titik sepakat antara kedua belah pihak, sehingga tadi rekomendasi dari Bapas untuk memberikan kepastian hukum terhadap terlapor ,” ucap Kapolres.

Lanjut Kapolres, pada Kamis (24/11/2022) hari ini  pihaknya akan melimpahkan berkas perkara penanganan penganiayaan ringan tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Padang Sidempuan. Untuk proses lebih lanjut, terkait dengan persidangan, menjadi ranah PN Padang Sidempuan.

Sebelumnya, pada Selasa (22/11/2022) lalu, Bapas telah melakukan pemeriksaan dan pendampingan terhadap 6 orang remaja yang berkaitan dengan video viral aksi penganiayaan di Tapsel. Para remaja tersebut, di dalam video terlihat lakukan penganiayaan ke wanita paruh baya yang mengidap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Wanita paruh baya tersebut, adalah Leni Nurliati Br Saragih. Berkat upaya dan kerja keras Polres Tapsel dan Dinas Sosial, kini wanita paruh baya itu sudah kembali ke keluarganya di Kabupaten Simalungun. Leni telah pergi menghilang sejak 3 tahun yang lalu.

Saat aksi tersebut viral di media sosial, ribuan netizen mengecam dan mengutuk. Hal itu menandakan netizen marah atas aksi para remaja tersebut yang merekam penganiayaan ke korban hingga mempostingnya.(Saragi).

Artikulli paraprakAseng Nyambi Dagang Sabu Akhirnya Berurusan Dengan Polisi di Paluta
Artikulli tjetërPemko Sidempuan Komitmen Kembalikan Fungsi Trotoar dan Bahu jalan