Satika Simamora Terapkan Strategi Kreatif, Produktif Untuk Menekan Angka Stunting Dengan Jiwa Membangun Kader KPM

70
Satika
Tapanuli Utara- Satika Simamora Terapkan Strategi Kreatif, Produktif Untuk Menekan Angka Stunting Dengan Jiwa Membangun Kader KPM di Kabupaten Tapanuli Utara, Senin (1/8/2022).

Dalam rangka Intervensi percepatan penurunan stunting terintegrasi sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional strategi nasional mendapatkan prioritas khusus oleh Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Intervensi penurunan stunting dilaksanakan melalui 5 aksi secara terkoordinasi dan terpadu. Salah satu aksi ke lima yaitu pembinaan kader pembangunan manusia (KPM) adalah untuk memastikan tersedianya dan berfungsinya kader yang membantu Pemerintah Desa dalam pelaksanaan intervensi gizi terintegrasi.

Acara yang yang di hadiri oleh Ketua TP PKK Satika Simamora. SE. MM didampingi Kepala Bappeda Luhut Aritonang, Ketua Satgas Stunting BKKBN perwakilan Sumut Deni Andayuni, kegiatan yang dimotori oleh Dinas Kesehatan yang diwakili oleh Kepala Bidang Kesmas Dintar Hutabalian dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Taput yang diwakili oleh Kabid Kelembagaan Jimmy Carter Situmorang, mempunyai tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan KPM dalam menjalankan tugasnya, memantau serta mencatat tentang paket kegiatan dan aksi dalam mendukung pelaksanaan penurunan stunting.

Sebelum memberikan bimbingan dan arahan, Ketua TP PKK Taput Satika Simamora yang juga Bunda PAUD Taput ini, mengajak kader 150 dari 8 kecamatan terdiri dari Kecamatan Tarutung, Siatas Barita, Adian Koting, Siborong-borong, Parmonangan, Muara, Pagaran dan Sipahutar.menyanyikan ‘Hu haholongi do ho’.

Satika menjelaskan bagaimana cara menerapkan Strategi percepatan penurunan dan pencegahan stunting, “kita harus ada jiwa membangun, ibu harapkan kader harus bisa menganggap anak anak sebagai anaknya sendiri, mendidik dan memperhatikan sebagai bentuk perhatian sosial, harus mampu mencuri perhatian anak anak dan menyayangi anak dengan baik,” ujarnya.

Memastikan mobilisasi KPM di seluruh desa dan Kecamatan berjalan dengan baik dan kinerja KPM dapat optimal sesuai dengan tugas dan perannya.

“Kita harus jadi guru yang baik bagi anak anak, Yang pertama harus rela, tulus dan sanggup, untuk membangun anak dari stunting,”lanjut Satika.

Strategi yang di paparkan Satika untuk solusi menangani penurunan stunting. Terdiri mempunyai kasih sayang, perbaiki diri masing masing, menjadwalkan kunjungan untuk memperhatikan juga memberikan bantuan bibit.

“Harus ada strategi dengan cara mengajak para orang tua untuk kreatif dan produktif, ibu harapkan agar KPM maupun ibu rumah tangga, harus kreatif untuk menguatkan ekonomi keluarganya, semisal memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk produktif. Menanam sayur bayam, kacang ijo, memelihara ayam kampung, memberikan edukasi dengan humanis, agar mereka dapat memahami dan menerima anjuran dan solusi. Ibu harus sampaikan, harus cari cara, merubah diri agar layak jadi kader KPM, harus nyambung dan sejalan untuk penyampaian cara hidup sehat, artinya diri jadi cerminan diri. dimulai dari diri sendiri. Jangan pernah capek untuk berbuat baik. Uang bukan harus dibalas dengan uang, tapi kasih sayang akan terbayar dengan berkah, dengan begitu maka angka stunting akan minus di Tapanuli Utara, bila kita berhasil merubah diri,”papar Satika.

Satika menyebutkan Tienne Nadeak Ahli gizi dari Kesehatan patut ditiru untuk membuat biskuit dari daun kelor yang gizinya sama dengan segelas susu. Di desain dengan tampilan yang baik agar menarik bagi anak anak.

“Nanti tugas KPM harus memantau, membimbing mereka dengan waktu yang terjadwal, dan dengan data yang ada, ibu akan turun ke lapangan untuk memantau kinerja KPM didaerahnya,”pungkas Satika.

Sebelumnya, Ketua Satgas Stunting BKKBN perwakilan Sumut Deni Andayuni, memberikan wejangan di hadapan kader KPM. Tugas KPM harus mengawal 5 Layanan, layanan KIA (Kesehatan Ibu dan 0Anak), konsultasi gizi terpadu, perlindungan sosial, air bersih Dan sanitasi serta PAUD.

Selanjutnya Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Taput Dintar Hutabalian menyampaikan, peningkatan kapasitas KPM ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan seluruh KPM di seluruh kabupaten Tapanuli Utara. “Kita mengharapkan dengan pertemuan ini mereka mampu mengetahui tupoksinya dalam menurunkan angka stunting Tapanuli Utara dan apa yang perlu mereka lakukan di desanya bertugas,” kata Dintar.

Jimmy Carter Situmorang dalam materinya mengatakan, KPM harus mengerti tugas dan tanggung jawab sebagai seorang KPM, yakni sebagai fasilitasi, pemantau dan evaluasi untuk memastikan anak stunting dan yg beresiko stunting mendapat pelayanan penanganan stunting di Desa dan menuangkannya dalam Score Card Convergensi di Desa.

Salah satu KPM Besta Lumbantoruan dari Kecamatan Pagaran mensiasati pembinaan yang diberikan mengatakan akan tetap memantau warga untuk hidup sehat, disiplin, penggunaan air bersih, memberikan penyuluhan bagi masyarakat agar menjaga pola makan.

Diakhir acara ditandai dengan mengucapkan slogan TAPASIDUNG (Tapanuli Utara Bersih dari Stunting) dan sesi foto bersama. (HENRY)

Iklan
Artikulli paraprakTim Satres Narkoba Polres Labuhanbatu Mendapat Apresiasi Tokoh Masyarakat Amankan Sabu 25 Kg Dan Terduganya
Artikulli tjetërDua Pria Residivis Pencurian Motor Diringkus Unit Resum Polres Labuhanbatu