Mayat Sudung Naibaho Ditemukan Warga Membusuk di Rumahnya

66
Mayat
Tapanuli Utara- Sosok mayat laki laki ditemukan sudah membusuk di salah satu rumah di Jl. DI Panjaitan No. 55 Kelurahan Hutatoruan X Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.

Diketahui mayat tersebut bernama Sudung Naibaho, warga Jalan DI Panjaitan No. 55 Kelurahan Hutatoruan X Kecamatan Tarutung.

Penemuan mayat pertama sekali diketahui oleh tetangganya Tjang Jok, pada Selasa (21/6) sekira pukul 16.00 wib.

Kapolres Taput AKBP Ronald Sipayung SH. SIK. MH melalui Kasi Humas Aiptu W. Baringbing membenarkan penemuan mayat korban di rumahnya sendiri.

“Dari hasil interogasi dan keterangan saksi Tjang Hok yang merupakan tetangga korban menjelaskan, bahwa selama 2 minggu terakhir saksi tidak pernah melihat korban keluar dari rumahnya,” kata Barimbing di Mapolres Taput. Rabu (22/6/2022).

Menurut saksi, selama 2 minggu ini rumah korban selalu tertutup dan mengira bahwa korban pergi keluar kota.

Lalu Selasa (21/6) sekira pukul 16.00 wib kemarin, “saksi mencium bau busuk dari rumah korban. Curiga dengan bau busuk tersebut, saksi memberitahukan kepada tetangga lain yaitu Indra Sauti Marganda Hutabarat, kemudian, kedua orang saksi mengintip dari lobang dan bau bangkai busuk pun semakin menyengat,”papar Barimbing

Selanjutnya, kedua saksi menghubungi Syahruddin Naibaho, adiknya korban Sudung Naibaho yang saat itu sedang berada di Balige Kabupaten Toba.

Syahruddin segera tiba dan melaporkannya ke Polres Taput. Setelah anggota Polres turun ke TKP, “lalu mendobrak pintu rumah korban dan melihat korban sudah meninggal dalam keadaan sudah busuk dengan posisi tidur di ruang tengah dengan memeluk bantal, dari hasil olah TKP, tidak di temukan tanda-tanda luka di tubuh korban sedangkan seluruh pintu dan jendela rumah tertutup dengan rapi dari dalam,”terangnya.

Selama ini korban tinggal sendirian dirumah karena tidak memiliki istri lagi karena sudah cerai serta tidak mempunyai anak.

“Beberapa keterangan saksi yang kita himpun serta keterangan adek korban, selama ini korban punya pribadi yang tertutup serta tidak ada komunikasi dengan keluarga dan juga kepada tetanga-tetangganya,”imbuh Barimbing.

Korban dibawa ke RSU Tarutung untuk dilakukan Visum luar, sedangk untuk otopsi tidak dilakukan karena ditolak oleh keluarga karena di yakini korban meninggal karena sakit dan tidak ada unsur pidana.

“Jenazah korban sudah kita serahkan kepada keluarganya untuk di lakukan acara pemakaman,”pungkas Barimbing. (Henry)

Iklan
Artikulli paraprakSelama Sepekan Ops Patuh Toba 2022, Polres Tapsel Keluarkan 260 Teguran Kepada Pelanggar Lalulintas
Artikulli tjetërKepala Imigrasi TBA Buka Kuota 140 Per Hari Untuk Permohonan Paspor