Penemuan Buaya Tersangkut Jaring pencari ikan di Kebun Plasma Desa Tunas Karya

112
Penemuan buaya tersangkut jaring
Penemuan buaya di perkebunan plasma Desa Tunas Karya, kecamatan Natal, pada selasa (17/05/22).
VMadina – Penemuan Buaya dengan ukuran ± 2 meter yang tersangkut di Jaring pencari Ikan warga di aliran sungai lokasi perkebunan Plasma Desa Tunas Karya, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal, namun sayang buaya ini ditemukan dalam kondisi telah mati, pada Selasa, (17/05/22).
Penemuan buaya tersangkut jaring
Penemuan buaya di perkebunan plasma Desa Tunas Karya, kecamatan Natal pada selasa (17/05/22) pagi.

Buaya ini di temukan berada di areal Perkebunan Plasma Desa Tunas Karya diduga karena terbawa Banjir beberapa waktu lalu yang melanda di kecamatan Natal, dan tak terkecuali di perkebunan plasma tersebut, dan hal ini membuat warga was was untuk beraktifitas di aliran air dan Sungai yang ada di areal kebun plasma tersebut.

Penemuan buaya yang membuat resah tersebut telah di konfirmasi oleh pihak dari perusahaan yang menaungi plasma tersebut, oleh Danru PAM ( Ra Santoso) “bahwa hal ini jauh hari telah di buat papan informasi dan himbauan agar masyarakat dan warga, juga karyawan yang bekerja dikebun plasma tersebut untuk waspada dan berhati hati dalam beraktifitas di sepanjang aliran sungai yang ada di perkebunan plasma tersebut”.

Penemuan Buaya tersebut diketahui setelah salah seorang warga ( Arman)  yang kesehariannya mencari ikan dengan cara di pemasangan jaring ataupun bubu ( alat tangkap ikan tradisional),  di aliran sungai dan aliran air kecil lainya yang ada di lokasi perkebunan plasma ataupun di sekitar lokasi lahan warga,” sambungnya.

Dan menghimbau agar selalu waspada, karena di khawatirkan masih ada kawanan buaya lainnya di daerah ini, karena dalam hampir di setiap tahun selalu ada bencana banjir, yang diduga hal inilah oenyabab akan kehadiran buaya di daerah ini, yang terbawa arus banjir, dan jemudian berdi di areal perkebunan ini,

Dan kedepannya kita akan mencoba berkoordinasi dengan pihak pihak terkait tentang hal ini, hingga memastikan nantinya bahwa keberadaan buaya di areal perkebunan ini benar benar telah tidak ada, dan agar warga dan karyawan di perkebunan ini nyaman dalam beraktifitas sebagaiman biasa, “tutup santoso dalam keterangannya.

“Saat diketemukan oleh saudara Arman, kondisi buaya tersebut telah mati, karena tersangkut jaring penangkap ikan yang di pasang di aliran sungai tersebut untuk mencari ikan, kemungkiban buaya tersebut tersangkut dan tak bisa melepaskan diri sehingga buaya tersebut mati” kata arman.

(Hariyadi)

Iklan
Artikulli paraprakBobby Nasution & Raffi Ahmad Akan Sulap Medan Zoo Jadi Lokasi Wisata Terbaik
Artikulli tjetërAMALS Tuntut Transparansi Bea Siswa Dalam Aksi Di Kantor Bupati Labuhanbatu Selatan