Wali Kota Medan Bobby Nasution Hapus Tender Dinas PU, Ini Tujuanya

85
Walikota Medan
Medan- Sebagai  upaya mempercepat  proses perbaikan infrastruktur, terutama jalan di Kota Medan, Wali Kota Medan Bobby Nasution  mengambil  langkah  berani dan terukur.  Orang nomor satu di Pemko Medan itu menginstruksikan   Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan untuk menghapus  sistem  lelang  yang selama ini digunakan dan menggantinya dengan e-katalog. Selain lebih cepat, perusahaan  yang terdaftar dalam e-katalog  juga tidak diragukan lagi kualitasnya, sehingga perbaikan jalan yang  dilakukan nantinya akan  lebih baik dan tahan lama.

Keinginan untuk menghapus sistem lelang dengan e–katalog telah disampaikan Bobby Nasution dalam  berbagai kesempatan.  Bahkan, saat menggelar door stop dengan wartawan di Balai Kota, Selasa (17/6), Bobby Nasution  kembali  menyampaikan  keinginannya untuk menghapus sistem lelang dan menggantinya dengan e-katalog. Dengan menggunakan e-katalong, kata Bobby Nasution, proses tender yang selama ini memakan waktu 40 hari serta ditambah dengan  proses lainnya akan hilang.

Yang tidak kalah pentingnya lagi, jelas Bobby Nasution,  penggunaan e-katalog juga sebagai upaya untuk mencegah pemborong atau kontraktor dadakan. Ditegaskan Bobby Nasution, dirinya tidak mau perbaikan infastruktur dikerjakan pemborong yang tidak professional sehingga pengerjaan dilakukan asal jadi,  tak lama siap, jalan yang baru diperbaiki tersebut akan rusak kembali.

“Kualitas dan ketepatan waktu itu yang dikejar, sehingga pengerjaan perbaikan infrastruktur harus  memperhatikan kualitas bukan hanya kuantitas. Kita tidak mau perbaikan infrastruktur selesai dalam waktu 2 tahun, tetapi 2 hingga 3 bulan kemudian jalan yang baru diperbaiki itu rusak dan berlubang kembali,” kata Bobby Nasution di Balai kota Medan, Selasa (22/6).

Dengan menggunakan e-katalog, jelas Bobby Nasution,  perusahaan yang mengerjakan perbaikan infastruktur jalan tentunya yang terdaftar dalam e-katalog tersebut. Artinya, perusahaan yang terdaftar di e-katalog tentunya berkapasitas dan berkualitas.  “Semoga dengan penggunaan e-katalog, perbaikan jalan yang dilakukan lebih cepat sehingga target dua tahun seluruh jalan yang menjadi tanggung jawab  Pemko Medan dapat terwujud,” kata Bobby  Nasution.

Langkah berani dan terukur Bobby Nasution dengan mengadakan sistem e-katalog tersebut dinilai Kristian Redison Simarmata selaku Direktur Executive Suluh Muda Inspirasi sudah sangat tepat dan cepat. Sebab, proses tender proyek yang selama ini dilakukan sangat sulit diawasi dan memungkinkan ada indikasi permainan di dalamnya.

“Tapi, dengan e-katalog maka akan dapat dilihat perusahaannya, kemampuan finansial dan kemampuan kinerjanya. Jadi, langkah yang dilakukan Wali Kota adalah langkah maju yang harusnya sudah dilakukan oleh wali kota – wali kota sebelumnya,” kata Kristian di Medan, Selasa (22/6).

Selain itu, tambah Kristian, sistem e-katalog juga menjadi langkah maju Bobby Nasution untuk memperbaiki sistem kerja di lingkungan Pemko Medan. Dirinya berharap, sistem e-katalog, tidak hanya digunakan untuk tender perbaikan infrastruktur di Dinas PU Kota Medan, melainkan di semua OPD di lingkungan Pemko Medan termasuk soal pengadaan.

Dengan sistem e-katalog ini, sambung pria yang akrab disapa Kris tersebut, dirinya optimis akan mengefektifkan dan mengefesiensikan proses yang bertele-tele dalam tender. Sebab, e-katalog membuat tender menjadi cepat, pemilihan perusahaan lebih cepat dan dapat dilihat langsung oleh publik, sehingga publik juga bisa mengawasinya melalui web yang diberikan Pemko Medan nantinya. “jadi, target dua tahun perbaikan infrastruktur, saya optimis akan tercapai,” tambahnya.

Secara keseluruhan, Kris mendukung upaya yang dilakukan Bobby Nasution. Apalagi, tujuannya untuk transparansi, karena dalam pemerintahan, transparansi sangat dibutuhkan. Untuk itu, Kris berharap, Bobby Nasution tetap konsisten dalam penerapannya sehingga masalah infrastruktur dapat terselesaikan.

“Selain e-katalog, kita juga berharap, Bobby Nasution membuka layanan umum untuk masyarakat seperti call center yang diawasi langsung olehnya. Jadi, jika ada aduan-aduan tentang infrastruktur, maka wali Kota dapat dengan cepat merespon dan meneruskannya ke dinas terkait. Dengan begitu, masyarakat dapat melihat kinerja apa yang sudah dilakukan,” harapnya. (Afs)