Direktur Industri Aneka dan IKM Kimia Buka Pelatihan Bimtek di Tapanuli Utara

154
Direktur industri
Tapanuli Utara- Mimpi Ketua Dekranasda Tapanuli Utara Ny Satika Nikson Nababan boru Simamora segera terwujud. Inisiasi penggunaan benang dari serat Nanas dalam waktu dekat akan dihadirkan dengan fasilitasi 25 petenun mendapat pelatihan dari Dirjen Industri kecil menengah dan aneka industri dan industri kecil dan menengah kimia, sandang dan kerajinan Kementerian Perindustrian.

Pelatihan dipusatkan di GNB Lake Resort dimulai tanggal 23 hingga 26 Juni dengan menghadirkan narasumber untuk Bordir Jamilah (LPK) , desainer Ariy Arka, teknisi serat nanas Alan Sahroni ( STT Tekstil Bandung).

Abdullah dari Ditjen IKM Kementerian Perindustrian menyebutkan sejak awal pihaknya terus dilobi Ketua Dekranasda Taput agar difasilitasi mesin pembuat benang dari serat Nanas.

” Beliau menyebutkan Taput punya segalanya baik sumber daya Petenun, dan juga bahan baku yakni buah Nanas yang sentranya ada di Sipahutar,” katanya sela-sela agenda pembukaan pelatihan.

Abdullah mengungkapkan selain pelatihan pihaknya juga memberikan bantuan Dexicator mesin ataupun peralatan berupa 1 unit mesin Dekortikator yang berfungsi untuk ekstraksi serat daun nanas yang akan dipergunakan untuk membuat benang dari serat nanas, 1 unit ATBM Dogan dan 3 unit mesin bordir.

” Kedepannya Taput sudah mampu memproduksi benang dari serat Nanas serta akan bisa mengurangi ketergantungan Benang yang selama ini dari India,” ungkapnya.

Sofyan Kaban yang merupakan EO Bimtek dan telah lama berkiprah mendorong industri kecil menengah menyebutkan pemakaian benang dari serat Nanas sudah dikembangkan di Subang.

” Nantinya akan mengurangi ketergantungan kita terhadap impor benang dari India terlebih lagi saat ini dunia dilanda Pandemi dan berimbas pengurangan pengiriman benang,” ungkapnya.

Sofyan mengatakan untuk pemintalan benang dari serat Nanas perlu perlakuan khusus dan menggunakan alat tenun bukan mesin khusus.

” Mesin Dekortikator lah yang mengolah serat Nanas dan menghasilkan benang serta dipintal memakai ATBM, kami yakin Taput bisa memulai industri tersebut karena bahan bakunya cukup tersedia,” pungkasnya. (Henry)