Oknum K3 Perusahaan Swasta Di Bukit Tujuh Diadukan Ke Polres Labuhanbatu Karena Menghina Wartawan Dan Dugaan Indikasi Pengancaman

148
Oknum
Surat tanda laporan Polisi dan terduga oknum yang menghina dan ada dugaan indikasi pengancaman pada wartawan
Labuhanbatu-Oknum K3 Perusahaan swasta di Bukit Tujuh berinisial SP (40) diadukan ke Polres Labuhanbatu diduga menghina wartawan dengan sebutan Nama Kemaluan dan nama binatang, dan ada dugaan indikasi pengancaman, terkait pemberitaan temuan dugaan pencemaran lingkungan hidup

Oknum K3 tersebut diadukan dengan no Laporan : LP/B / 1155 /IV /2021/ SPKT/ Polres Labuhanbatu/ POLDASU. Tanggal 16 Juni 2021, karena menghina wartawan, diduga mengeluarkan kata kata makian dengan sebutan nama binatang dan nama kemaluan, dan membawa bawa sebutan kemaluan ibu sang wartawan, dan menyebut akan mencari sang jurnalis atau wartawan Indeksnews.com

“Aha do maksudmu on kon….l…(Apa maksud kau ini Kon….l….) maen2 kau sama anak pasaran….??? Dimana kujumpai kao bodat…aku ngomong itu an pribadi ya keong bkn atas nama pt biang (Anj…g…) Kucari kau an pribadi… Woi bujanginammm (kemaluan mamak kau), Denni bianggggg ( Denni Anj…g), kucari kau atas nama pribadi,” tulis oknum K3 tersebut

Penasehat Dewan Pimpinan Cabang Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (DPD-AWNI) Labuhanbatu Selatan Bung Mirwan, Selasa (22/06/2021) turut angkat bicara dalam kejadian ini, Penegak hukum harus bekerja cepat dalam peristiwa seperti ini untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan

“Kepada penegak hukum agar bertindak cepat dalam peristiwa adanya dugaan indikasi pengancaman dan penghinaan pada jurnalis atau wartawan, kita harus belajar dari kejadian di simalungun, jangan sampai kejadian dulu baru sibuk,” sebut mirwan

Ditempat berbeda Ketua DPD LSM MPPK2N Sumut Bincar Hutagalung, Selasa (21/06/2021) mengatakan Oknum ini sudah sangat keterlaluan, dan menduga bila sudah nekat mengeluarkan kata kata yang diduga sebagai makian dan dugaan indikasi mengancam, ini sudah jelas pelanggaran hukum

“Buat penegak hukum segera lah tanggapi peristiwa ini, supaya kita tau apa makdud dan tujuan oknum K3 perusahaan ini yang katanya mengaku orang pasaran, dan bila sudah jelas agar dilakukan proses hukum,” ungkapnya