GBNN Sumut Desak Kepolisian Ungkap Kasus Pembunuhan Marsalem Harahap

166
Polisi desak
Ketua DPD GBNN Sumut Trie Yanto Sitepu
Medan- Beberapa kasus teror, ancaman dan pembunuhan terhadap wartawan di Indonesia semakin meningkat. Telisik saja beberapa bulan yang lalu kasus teror, pengancaman, pembakaran rumah wartawan di Binjai dan kasus pembunuhan pimpinan media online Marasalem Harahap yang terjadi di Kabupaten Simalungun yang menjadi perhatian publik.Hal ini menambah tugas berat dari pihak kepolisian untuk dapat  mengungkap kasus pembunuhan tersebut.

Menyikapi hal ini, Ketua DPD Garda Bela Negara Nasional (GBNN) Sumut Trie Yanto Sitepu sangat perihatin dan mengecam peristiwa pembunuhan tersebut. Selaku mitra Pers,wartawan seharusnya mendapatkan perlindungan dari dewan Perss bukan sebaliknya.

“Saya,mengecam keras pelaku pembunuhan keji yang tega menghabisi nyawa seorang jurnalis Marasalem Harahap dan saya mendesak pihak kepolisian untuk segera mengungkap kasusnya”.ucap Trie kepada wartawan Sabtu (19/06/21).

” Saya sangat prihatin dan tidak bisa berkata-kata lagi, Hanya ucapan turut berduka, belasungkawa dan inalillahi wainailaihi rojiun yang bisa kami ucapkan semoga keluarga Alm. Marasalem Harahap dapat menerima musibah duka ini”,ucapnya.

Menurut Trie yanto Sitepu selaku pemangku Organisasi Garda Bela Negara Nasional di Sumut,seharusnya Dewan Pers lebih menjujung kebebasan Pers yang dimana seperti telah diatur dalam UU Pers No 40 Tahun 1999.

Melihat beberapa kejadian atas kasus teror,Trie menambahkan pengancaman dan pembunuhan terhadap insan perss, seharusnya pemangku kepentingan yang berada di Dewan Perss sudah mengambil ataupun melakukan langkah-langkah terbaik untuk memberikan perlindungan terhadap insan perss, bukan sebaliknya”.pungkasnya.

Sebelumnya, Marasalem Harahap merupakan pimpinan dari salah satu media online yang tewas di tembak OTK,  pada hari Jum’at, tanggal 18 Juni 2021, sekira Pukul 23.00 wib, saat hendak menuju rumahnya.

Diketahui,Marasalem Harahap aktif dalam memberitakan peredaran Narkoba dan Judi di Kabupaten Simalungun.

Menurut keterangan Humas RS. Vita Insani Pematangsiantar, Sutrisno Dalimunthe. Sekitar Pukul 01.00 Wib Marsal dibawa kerumah sakit Vita Insani Pematangsiantar, kondisinya sudah meninggal” Pukul 01 : 00 Wib, korban Marasalem Harahap dibawa kemari,  kondisinya sudah meninggal. (Turnip)