Rabu, Agustus 10, 2022

Dinas Pertanian Sidimpuan Periksa Hewan Qurban

1037
Dinas
Dinas Pertanian Kota Padangsidimpuan memeriksa hewan qurban
Padangsidimpuan- Dinas Pertanian Kota Padangsidimpuan melakukan pemeriksaan hewan qurban untuk disembelih pada Hari Raya Idul Adha 1441 H, Rabu (29/7/2020) di Desa Labuhan Labo Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara.
Walikota Padangsidimpuan dan Kadis Pertanian Parimpunan Siregar melalui Seketaris Dinas Pertanian Chairunnisa Daulay, Selasa (29/7/2020) mengatakan kegiatan pemeriksaan ini untuk memastikan dan melihat sehat atau tidaknya hewan qurban.Dan pemeriksaan untuk hewan kurban ini rutin dilakukan setiap tahun menjelang Idul Adha.
” Hewan qurban harus benar-benar dalam keadaan sehat dan layak untuk disembelih diantaranya cukup umur dengan ditandai tumbuhnya gigi tetap , tidak cacat dan dalam kondisi sehat,” ujar Sekretaris Dinas Pertanian Kota Padangsidimpuan.
Lanjutnya lagi pemeriksaan ini dilakukan mulai dari lokasi pengumpul dan pemotongan hewan-hewan kurban yang akan disembelih hingga menjelang raya Idul Adha.
Untuk jumlah hewan qurban, Chairunnisa menyampaikan juga perbandingan jumlah hewan qurban bahwa untuk kondisi Idul Adha 1440 H Tahun 2019 jumlah hewan kurban di 6 kecamatan se Kota Padang Sidimpuan  untuk sapi mencapai 1135 ekor, untuk kambing 196 ekor.Dan untuk tahun ini Chairunnisa belum bisa memastikan jumlah hewan qurban.
” Saat ini belum dapat totalnya berapa jumlah hewan kurban di sembelih tahun 2020,” sebut Sekretaris Dinas Pertanian ini.

Saat penyembelihan hewan qurban diharapkan panitia harus menjaga jarak dari kerumunan warga yang berkumpul,di saat penyembelihan berlangsung dan ikuti peraturan protokol pemerintah.

Sementara itu, drh.Nelli Nasution mengatakan kondisi hewan kurban yang diperiksa dalam keadaan sehat, ditandai tidak adanya keluar cairan darah dari lubang-lubang kumla seperti lubang hidung, telinga, kemaluan dan pori hewan itu sendiri.

Bila ditemukan tanda-tanda seperti itu maka hewan itu tidak layak untuk di sembelih, sebab dicurigai berbahaya karena diduga penyakit anthraks atau penyakit lainnya.
(Saragih).
Iklan
Artikulli paraprakSempat Kabur, Tersangka Pencurian Dibekuk Reskrim Polsek Namorambe
Artikulli tjetërPasien Suspek Covid-19 Pertama Kali Dimakamkan Dipekuburan Khusus Silandit Padangsidimpuan