Iklan
Iklan

18 Hari Kerja Polres Pelabuhan Belawan Mengungkap 29 Kasus Pidana

- Advertisement -
Medan-Selama 18 hari kerja Polres Pelabuhan Belawan berhasil mengungkap 29 kasus tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan. Hal tersebut disampaikan Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Josua Tampubolon, Sik.,MH, saat konferensi pers yang berlangsung di teras Mapolres Pelabuhan Belawan Jl Raya Pelabuhan No.1 Belawan, Selasa (05/12/2023)

Kapolres Pelabuhan Belawan menjelaskan dari 29 kasus tindak pidana yang berhasil diungkap srlama 18 hari, diantaranya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang berhasil diungkap oleh tim Unit Pelayanan Perempuan dan Anak di bawah pimpinan Kanit PPA Ipda Rostati Sihombing.

“TPPO yang berhasil diungkap dengan tempat kejadian perkara di wilayah hukum Polsek Hamparan Perak. Yang melibatkan warga negara asing langsung datang ke daerah Hamparan Perak untuk mencari anak perempuan usia berkisar 16 – 18 tahun untuk dinikahi,” ungkap Kapolres Pelabuhan Belawan

Selain itu kata Kapolres, TPPO ini juga melibatkan 2 orang oknum wartawan yang bertindak sebagai pelaku membuatkan data palsu di Disdukcapil, Kedua pelaku berinisial Sy (45) dan In (40)

“Kedua wartawan itu berperan sebagai orang yang memalsukan data-data kependudukan dan ijazah sekolah korban yang masih di bawah umur sehingga korban bisa memiliki kartu tanda penduduk (KTP) sekaligus bisa dinikahi oleh pria asal negara Republik Rakyat China (RCC) dan dibawa kabur ke negara tirai bambu tersebut,” tambah Kapolres

Kronologis penangkapan para pelaku berawal saat petugas penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pelabuhan Belawan, berhasil meringkus seorang agen biro jodoh asal negara Malaysia dan seorang lagi dari biro jodoh dari Indonesia.

Dihadapan ratusan awak media, Kanit PPA Ipda Hartati Sihombing, lebih rinci menjelaskan dalam aksinya pelaku warga negara asal RRC datang ke Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang, dengan modus mencari perempuan untuk dijadikan istrinya.

“Pihak Biro Jodoh di Malaysia segera menghubungi Biro Jodoh di Indonesia untuk membantu mencarikan wanita di bawah umur. Setelah mendapat anak di bawah umur selanjutnya korban dibawa ke RRC setelah identitas kependudukannya dipalsukan,” urainya.

“Untuk agen biro jodoh Indonesia mendapatkan upeti Rp 10 juta dari agen biro jodoh Malaysia untuk mengurus masalah ini,” katanya lagi.

Selanjutnya sebut Hartati Sihombing, untuk para tersangka yang berhasil diamankan Unit PPA Polres Pelabuhan Belawan akan dijerat dengan undang – undang berlapis yakni undang – undang TPPO No 21 Tahun 2007 dan undang – undang perlindungan anak No 23 Tahun 2002. Dengan ancaman pidana penjara 18 tahun.

Trending

- Advertisement -
Iklan

Lowongan Kerja

- Advertisement -
Logo

Game

Related News

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini